Home / Uncategorized / Xabi Alonso : Pelajaran Paling Berharga Saat di Real Madrid

Xabi Alonso : Pelajaran Paling Berharga Saat di Real Madrid

Xabi Alonso Tidak Bisa Dampingi Madrid : Keluhan dari Para Pemain Muncul

Xabi Alonso dipastikan tidak akan lagi mendampingi Real Madrid setelah sepakat berpisah pada Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul hasil mengecewakan di Piala Super Spanyol dan penurunan performa tim, bukan karena pemecatan langsung. Kegagalan dipicu oleh keretakan di ruang ganti, ego tinggi pemain, dan metode latihan yang ketat serta tidak disukai skuad. Alonso memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas situasi tersebut.

Tujuh pemain mengeluhkan taktiknya kepada manajemen, memperburuk hubungan dengan bintang seperti Vinicius Jr dan memicu spekulasi pengunduran dirinya.

Masalah Vinicius Jr di Era Alonso

Pemain asal Brasil tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa lebih nyaman dengan pendekatan pelatih saat ini, Álvaro Arbeloa. Vinícius menilai gaya permainan Arbeloa lebih cocok dengan karakternya, bahkan menyebut koneksi yang mirip saat dilatih Carlo Ancelotti.

“Saya merasa gaya bermain Arbeloa sangat cocok untuk saya, seperti ketika saya bermain di bawah arahan Ancelotti. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim,” ujar Vinícius.

Ia mengakui pernah melewati masa sulit, termasuk gagal mencetak gol dalam beberapa pertandingan, namun itu dijadikannya pelajaran berharga untuk bangkit kembali.

Metode Latihan Ketat

Metode latihan ketat Xabi Alonso, terutama selama masa jabatannya yang singkat di Real Madrid (2025-2026). Terlalu menekankan disiplin tinggi, struktur taktis yang terperinci bak permainan catur, sesi gym intensif, dan analisis video mendalam.

Pendekatan otoriternya, meski berhasil di Leverkusen, memicu ketegangan di ruang ganti Madrid karena dianggap membatasi kreativitas para pemain senior.

Beberapa pemain kunci Real Madrid dikabarkan merasa tidak puas dengan metode pelatihan Xabi Alonso yang dianggap terlalu ketat, disiplin, dan mengubah peran posisi mereka. Pemain-pemain yang dilaporkan tidak senang antara lain Vinicius Jr, Jude Bellingham, Fede Valverde, Rodrygo Goes, Ferland Mendy, Brahim Díaz, dan Endrick Felipe.

Xabi alonso Telah Memberikan yang Terbaik

Meski berakhir dengan kekecewaan, Alonso tidak menyimpan rasa dendam terhadap pemain maupun manajemen Madrid. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan sejak Mei lalu sebagai pelatih Los Blancos, klub yang turut membesarkan namanya.

“Karier profesional saya telah mencapai akhir, meski tidak sesuai dengan harapan kita. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang sangat besar,” ungkap Alonso dalam surat perpisahan di Instagram.

Selama memegang Madrid, Alonso punya 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *