AC Milan dilaporkan memburu Alex Scott, gelandang Bournemouth yang menarik minat klub-klub elite menjelang bursa transfer 2027. Ketertarikan ini muncul setelah performa konsisten pemain Inggris tersebut memantik perhatian sejumlah klub besar Eropa. Laporan transfer menyebut Rossoneri mempertimbangkan Scott sebagai investasi lini tengah untuk menyambut perubahan skuad beberapa musim mendatang. Namun, kabar ini masih berupa ketertarikan yang dilaporkan media, bukan negosiasi resmi atau kesepakatan transfer.
Selain Milan, Chelsea dan Real Madrid juga masuk dalam pemberitaan sebagai klub yang memantau perkembangan gelandang muda tersebut. Minat luas itu meningkatkan persaingan, sebab Bournemouth belum menunjukkan keinginan melepas salah satu pemain pentingnya. Sementara itu, pelatih AC Milan Rúben Amorim disebut mendorong klub menilai kemungkinan perekrutan Scott.
Alex Scott Jadi Target Lini Tengah Milan
Ketertarikan Milan sejalan dengan kebutuhan menyiapkan lini tengah jangka panjang, khususnya ketika klub memetakan fase setelah Luka Modrić. Media Italia menyebut Scott sebagai salah satu nama potensial, meskipun klub belum mengumumkan langkah formal untuk merekrutnya. Karakter Scott sebagai gelandang energik dan progresif dapat menarik pelatih yang menginginkan mobilitas serta distribusi bola lebih dinamis. Namun, kebutuhan taktis itu baru menjelaskan alasan minat, bukan bukti bahwa Milan telah mengajukan penawaran.
Amorim Disebut Mendorong Pendekatan
Laporan awal mengaitkan ketertarikan tersebut dengan rekomendasi Amorim, yang sebelumnya mengagumi kemampuan Scott saat masih melatih Manchester United. Pelatih asal Portugal itu diperkirakan melihat Scott cocok mendukung intensitas permainan dan progresi bola yang ia inginkan. Meski begitu, rekomendasi internal tersebut belum memastikan bahwa manajemen Milan sudah memulai pembicaraan langsung dengan Bournemouth.
Bournemouth Pegang Posisi Tawar Kuat
Rintangan utama Milan terletak pada sikap Bournemouth, yang sebelumnya menolak pendekatan klub lain dan menegaskan keinginan mempertahankan pemain tersebut. Laporan Sky Sports pada Juli menyebut Scott menolak tawaran kontrak baru, meski Bournemouth tetap ingin mempertahankannya. <Cite refs={[“turn380196view2”]}/> Situasi itu menunjukkan posisi Scott kompleks, karena ketertarikan klub besar beriringan dengan sikap klub yang enggan menjualnya. Milan karenanya perlu menilai biaya transfer dan kesiapan finansial sebelum serius mendorong kesepakatan pada bursa mendatang.
Alex Scott Bisa Bernilai Sangat Mahal
Materi awal menyebut kemungkinan tuntutan di atas 100 juta euro, tetapi angka tersebut belum terkonfirmasi melalui sumber independen. Karena itu, nilai transfer sebaiknya dibaca sebagai perkiraan media, bukan harga resmi yang telah dipasang Bournemouth. Jika angka sebesar itu benar, Milan harus bersaing dengan klub bermodal besar dan mempertimbangkan dampak anggaran skuad.
Persaingan Berpotensi Melebar
Chelsea dan Real Madrid telah disebut sebagai peminat, sementara laporan lain juga mengaitkan Arsenal dan sejumlah klub Inggris. Kompetisi antarklub dapat menaikkan nilai pemain, terutama apabila Scott menjaga performa dan Bournemouth mempertahankan posisi tawarnya. Namun, belum ada konfirmasi bahwa seluruh klub tersebut mengajukan proposal resmi untuk merekrut sang gelandang.
Milan Harus Mengukur Ambisi dan Biaya Transfer
Ketertarikan pada Scott mencerminkan upaya Milan membangun lini tengah lebih kompetitif untuk jangka menengah, bukan sekadar mengejar nama besar. Namun, kontrak, harga, persaingan, serta kesediaan pemain akan menentukan apakah minat tersebut berubah menjadi negosiasi konkret. Posisi Bournemouth masih menjadi faktor kunci, lantaran klub telah menunjukkan kesediaan menolak pendekatan mahal untuk pemain intinya. Sampai ada perkembangan resmi, pemburuan Alex Scott tetap harus diperlakukan sebagai rumor transfer yang berkembang di media.
Untuk saat ini, belum ada tanda kesepakatan, sehingga skenario kepindahan pada 2027 masih bergantung pada banyak faktor. Milan harus menyelaraskan kebutuhan taktis dengan ruang finansial, sedangkan Bournemouth memiliki kepentingan kuat menjaga aset berharganya. Perkembangan berikutnya akan menunjukkan apakah ketertarikan ini berlanjut ke tahap formal




