Performa Nico Paz bersama Como pada awal musim 2026/27 kembali memantik spekulasi tentang kemungkinan kepulangannya ke Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu memiliki klausul pembelian kembali, sehingga masa depan gelandang serang Argentina tersebut terus menjadi sorotan. Namun, direktur olahraga Como Carlalberto Ludi menegaskan bahwa Paz masih sepenuhnya menjadi bagian dari skuad klub Italia tersebut. Pernyataan itu sekaligus meredakan kecemasan pendukung, yang khawatir Real Madrid segera menarik kembali mantan pemain akademinya.
Real Madrid sebelumnya bisa memulangkan Paz pada musim panas lalu dengan menebus klausul senilai 9 juta euro. Namun, pemain berusia 22 tahun tersebut memilih bertahan, lalu Como mengikatnya melalui kontrak baru dengan ketentuan berbeda. Kesepakatan itu menetapkan klausul pembelian kembali senilai 80 juta euro yang baru berlaku pada musim panas 2027.
Keputusan Bertahan Membuat Nico Paz Bersinar di Como
Keputusan bertahan memberi Paz ruang berkembang sekaligus kepercayaan sebagai salah satu motor serangan utama tim asuhan Cesc Fabregas. Ia tampil impresif ketika Como menjalani musim debut di Liga Champions, memperlihatkan kapasitasnya menghadapi persaingan level tertinggi Eropa. Di Serie A, Paz mengoleksi tiga gol dan tiga assist dari sembilan pertandingan, sebuah catatan yang mempertegas pengaruhnya. Kontribusinya berlanjut di Liga Champions melalui tiga gol dan lima assist dalam empat penampilan, sehingga membukukan delapan kontribusi gol.
Ludi Redam Kekhawatiran Pendukung Como
Ludi memahami kecemasan suporter setiap kali rumor kepulangan Paz ke Santiago Bernabeu kembali mencuat dalam pemberitaan media.
“Real Madrid memiliki opsi pembelian kembali yang berlaku pada periode tertentu di bursa transfer,” ujar Ludi.
Ia menilai kesepakatan tersebut memberi Como kepastian kontraktual, meski klub tetap membuka kemungkinan memperoleh keuntungan besar kelak.
Klausul Pembelian Kembali Menentukan Posisi Como
Como mengamankan posisi negosiasi melalui kontrak baru, setelah Paz menolak peluang kembali ke Madrid dengan biaya 9 juta euro. Ludi mengakui penjualan pada masa mendatang dapat menghasilkan keuntungan finansial sekaligus membuktikan keberhasilan proyek pengembangan pemain klub. Meski begitu, ia belum memastikan apakah Paz akan bertahan setelah musim 2026/27 berakhir, sehingga keputusan final belum tersedia. Karena itu, Ludi mengajak pendukung menikmati kontribusi sang gelandang sekarang, alih-alih terus mencemaskan spekulasi transfer berikutnya.
Nico Paz Memilih Kesempatan Bermain Reguler di Como
Menurut Fabrizio Romano, Madrid ingin memulangkan Paz menjelang musim 2026/27, tetapi sang pemain menyampaikan keinginannya kepada Jose Mourinho. Paz meminta bertahan di Como demi memperoleh menit bermain reguler, lantaran persaingan posisi gelandang serang di Madrid sangat ketat. Bersama Fabregas, ia memperoleh peran sentral dalam skema ofensif Como, berbeda dari peluang yang mungkin tersedia di Santiago Bernabeu.
Persaingan Ketat Menanti Paz di Real Madrid
Jude Bellingham menjadi salah satu pesaing utama untuk mengisi posisi gelandang serang, sehingga ruang bermain Paz berpotensi menyempit. Arda Guler juga kerap bergerak ke area tengah, meski fleksibilitasnya memungkinkan pelatih menempatkannya di beberapa posisi berbeda. Kehadiran keduanya dapat memperketat persaingan, sementara Como saat ini menawarkan tanggung jawab lebih besar bagi perkembangan Paz.
Real Madrid Masih Mengincar Peluang Memulangkan Nico Paz
Delapan kontribusi gol Paz di Liga Champions menjadikannya pemain dengan catatan tertinggi di antara seluruh peserta kompetisi sejauh ini. Catatan itu memberi Madrid alasan kuat untuk memantau perkembangannya dan mempertimbangkan klausul pembelian kembali pada musim panas 2027. Namun, keberadaan Bellingham serta Guler membuat kebutuhan Madrid terhadap gelandang serang tambahan masih dapat diperdebatkan secara taktis. Presiden Florentino Perez tetap dikenal berani merekrut pemain bintang, tanpa selalu menjadikan kebutuhan posisi sebagai pertimbangan tunggal.
Klub-klub besar Eropa lain berpeluang ikut memantau Paz, tetapi Real Madrid memegang keuntungan melalui klausul khusus bersama Como. Pada akhirnya, keputusan transfer juga akan bergantung pada rencana peran dan kesempatan bermain yang dapat ditawarkan Madrid. Sementara itu, Como masih menikmati kontribusi Paz dan memiliki kendali atas masa depannya sesuai ketentuan kontrak yang berlaku.




