Nico Paz menumpahkan kebanggaan setelah Como menggulung Manchester United dengan skor 4-1 pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, tuan rumah tampil agresif, menguasai ritme pertandingan, dan membuat wakil Inggris kesulitan mengembangkan permainan. Hasil telak tersebut mengubah duel yang diperkirakan ketat menjadi panggung dominasi Como sejak menit-menit awal pertandingan. Paz menilai kemenangan ini istimewa karena klubnya mampu menundukkan salah satu nama besar sepak bola Eropa di kandang sendiri.
Laga yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjadi ujian berat bagi United dalam fase liga kompetisi elite tersebut. Sebaliknya, Como memaksimalkan dukungan publik Sinigaglia untuk menekan lawan sekaligus menjaga intensitas serangan sepanjang pertandingan. Pesta empat gol itu juga menegaskan kapasitas tim besutan Cesc Fàbregas ketika menghadapi lawan dengan reputasi internasional.
Nico Paz Sebut Kemenangan Como Sangat Bersejarah
Gelandang asal Argentina itu menyebut malam tersebut sebagai salah satu momen paling berkesan sepanjang karier profesionalnya.
“Ini adalah salah satu malam paling spesial dalam karier saya,” ujar Nico Paz di TNT Sports.
Menurutnya, Como tidak sekadar meraih angka penuh, melainkan mengendalikan jalannya laga dan membatasi peluang berbahaya tim tamu. Dominasi itu membuat kemenangan terasa pantas, sekaligus memberi kepercayaan diri besar untuk menatap duel berikutnya.
Dominasi Como Membuat United Kehilangan Kendali
Lini tengah Como menjaga sirkulasi bola tetap tajam, sementara pergerakan antarpemain membuka ruang untuk menyelesaikan serangan. Paz tampil sebagai motor serangan dengan mencetak dua gol dan mengirim umpan yang membantu Como menambah keunggulan. United gagal meredam gelombang serangan tersebut, sehingga Como mampu mempertahankan momentum dan memperlebar jarak pada papan skor.
Empat Gol Como Membuka Luka Pertahanan United
Como langsung menyengat ketika Paz membuka skor pada awal pertandingan melalui penyelesaian terukur dari tepi kotak penalti. Setelah turun minum, Tasos Douvikas memperbesar keunggulan melalui penyelesaian usai menerima umpan terobosan akurat dari Paz. Paz kembali menghukum kesalahan penguasaan bola lawan, sebelum Jacobo Ramón menyelesaikan serangan berikutnya untuk mengubah skor menjadi 4-0. Manchester United hanya membalas sekali, tetapi gol hiburan itu tak cukup menutupi rapuhnya pertahanan dan minimnya perlawanan.
Nico Paz Ingin Como Menjaga Momentum
Nico Paz menegaskan, hasil besar ini harus menjadi pijakan untuk menjaga konsistensi Como sepanjang sisa fase liga. Gelandang tersebut ingin timnya mempertahankan keberanian, sirkulasi cepat, serta koordinasi kolektif ketika menghadapi lawan-lawan berikutnya. Baginya, performa gemilang melawan United baru bermakna maksimal jika Como mampu mengulang standar permainan serupa dalam laga mendatang.
Konsistensi Menjadi Target Berikutnya
“Kami ingin menikmati setiap pertandingan kami seperti yang kami lakukan hari ini,” kata Nico Paz.
Pesan itu menegaskan tekad skuad besutan Cesc Fàbregas untuk menjaga energi kolektif, bukan sekadar merayakan satu kemenangan besar. Jadwal lanjutan akan menguji kedalaman rotasi dan ketahanan mental, terutama ketika lawan berikutnya mulai menyiapkan respons taktis.
Como Merangsek ke Papan Atas Klasemen
Tambahan tiga poin membawa Como naik ke posisi kesembilan klasemen sementara setelah menyelesaikan 3 pertandingan fase liga. Mereka kini mengoleksi 6 poin, hasil dari 2 kemenangan dan 1 kekalahan yang menjaga peluang menuju fase gugur. Kemenangan atas Manchester United juga memperbaiki selisih gol Como, modal penting dalam persaingan ketat di tabel liga. Namun, konsistensi pada pertandingan berikutnya tetap krusial karena persaingan posisi delapan besar membutuhkan hasil positif secara beruntun.
Como selanjutnya harus mengalihkan fokus menuju laga tandang melawan Lens pada 4 November, sesuai jadwal fase liga UEFA. Bagi Paz, kemenangan telak ini memberi suntikan moral, tetapi langkah panjang menuju babak gugur masih menuntut disiplin. Como kini menikmati malam bersejarah, dengan tantangan berikutnya membuktikan bahwa dominasi atas raksasa Inggris bukan kebetulan semata.




