Di tengah keraguan dunia terhadap Kelumpuhan Liverpool musim ini, Liverpool menunjukkan kebangkitan gemilang dengan kemenangan 2-1 atas Everton. Liverpool memperlihatkan mental baja saat menaklukkan Everton dalam Derby Merseyside yang penuh drama di Hill Dickinson Stadium.
Gol kemenangan Virgil van Dijk di menit-menit akhir memastikan tiga poin penting bagi tim tamu. Kemenangan ini terasa sangat berarti karena diraih di tengah berbagai tantangan berat. Liverpool harus menghadapi badai cedera, kelelahan akibat jadwal padat, serta kehilangan kiper utama di tengah pertandingan. Namun, alih-alih menyerah, tim asuhan Arne Slot justru bangkit dan menunjukkan semangat juang yang menjadi ciri khas mereka.
Tekanan Brutal Saat Diterpa Badai Cedera
Liverpool menghadapi pertandingan ini dalam kondisi yang sulit. Mereka baru saja keluar dari Liga Champions dan kehilangan penyerang utama, Hugo Ekitike, karena cedera Achilles. Banyak pemain yang absen, termasuk Alisson, Conor Bradley, Joe Gomez, Giovanni Leoni, dan Wataru Endo. Bahkan, pemain baru mahal Alexander Isak belum siap bermain penuh sebagai starter.
Situasi menjadi lebih sulit saat Giorgi Mamardashvili harus keluar karena cedera lutut setelah bertabrakan dengan Beto. Ia langsung dibawa ke rumah sakit, membuat kiper ketiga Freddie Woodman harus bermain di Premier League untuk pertama kali secara mendadak. Kehadiran Woodman membuat pendukung tuan rumah semakin semangat. Everton memanfaatkan kesempatan ini untuk menekan Liverpool dan mencari peluang.
Gol Salah yang Menekan Mental Everton

Dalam pertandingan kali ini, Liverpool sebenarnya sempat mengambil kendali lebih dulu melalui Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir itu membuka skor dengan penyelesaian yang tenang setelah menerima umpan dari Cody Gakpo. Gol tersebut juga membuat Salah menyamai rekor Steven Gerrard sebagai pencetak gol terbanyak Liverpool ke gawang Everton di Premier League, dengan total sembilan gol.
Pembalikan Dari Everton
Keunggulan tersebut membuat Liverpool bermain dengan lebih tenang. Mereka bahkan berhasil menciptakan beberapa peluang tambahan sebelum babak pertama berakhir.
Namun, keadaan berubah di babak kedua. Everton berhasil menyamakan skor melalui gol Beto yang memanfaatkan umpan dari Kiernan Dewsbury-Hall. Gol tersebut juga disertai benturan keras yang menyebabkan Mamardashvili cedera, sehingga mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.
Memaksa Tak Boleh Lengah di Tengah Tekanan
Setelah skor imbang, Liverpool menghadapi tekanan berat. Jadwal padat membuat ini menjadi pertandingan kelima mereka dalam 15 hari, sementara Everton jauh lebih segar. Striker Isak yang kurang efektif akhirnya digantikan setelah hanya mencatat sembilan sentuhan. Peran lini depan pun disesuaikan dengan memindahkan Salah ke posisi tengah.
Namun, yang paling menonjol adalah semangat juang kolektif tim. Curtis Jones menunjukkan determinasi tinggi saat dipercaya bermain sebagai bek kanan darurat, sementara lini belakang tetap kokoh dan disiplin menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Arne Slot mengakui bahwa musim ini penuh tantangan bagi timnya. Ia menyatakan Liverpool sering kehilangan poin setelah pertandingan Eropa dan belum mencapai performa yang diharapkan di liga.
Van Dijk Selamatkan Citra The Reds dengan Gol Dramatis

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Liverpool mendapatkan momen krusial. Pada menit ke-10 masa injury time, Virgil van Dijk menyundul bola hasil sepak pojok dari Dominik Szoboszlai dan mencetak gol kemenangan.
Gol tersebut memicu selebrasi meriah dari para pemain dan pendukung Liverpool. Kemenangan ini menjadi yang keenam bagi mereka atas Everton melalui gol di menit ke-90 atau setelahnya di era Premier League, sebuah rekor yang unik.
Bagi Van Dijk, gol ini memiliki makna yang lebih dalam. Pada usia 34 tahun 285 hari, ia menjadi salah satu pencetak gol tertua dalam sejarah Derby Merseyside untuk Liverpool.

